Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Cek Transistor Horizontal Rusak Paling Mudah

Transistor horizontal peranannya sangat penting sangat mempengaruhi tv mati dan hidup. Apabila terjadi kerusakan pada transistor horizontal maka kemungkinan besar tv akan mengalami kerusakan dengan gejala satu garis vertikal, tv tidak bisa start, led berkedip kedip, bahkan bisa mengakibatkan tv dalam keadaan mati total. Meskipun dalam beberapa kesempatan tv hanya dalam keadaan standby maupun hanya mengindikasikan gejala protek.

Karena begitu pentingnya peranan transistor horizontal kita harus bisa mengecek apakah transistor horizontal dalam keadaan baik atau dalam keadan mati. Apabila gagal dalam memahami kerusakan pada transistor horizontal maka bisa jadi, boros karena mengganti transistor yang tidak rusak, bingung karena tidak memiliki setok ganti, bisa bisa berakibat fatal.

Transistor horizontal pada tv crt berjenis npn. Dengan urutan kaki , kaki 1. basis, kaki2. kolektor, kaki tiga emitor.

Meskipun kita sudah mengetahui jenis dan urutan kakinya ternyata jenis transistor horizontal cara pengukurannya tidak sama dengan transistor biasa. Misalnya pengukuran pada jenis transistor amplifier audio, yang mana hanya satu arah saja ketika npn kaki basis terhubung dengan colektor dan emitor, berbeda dengan transistor horizontal pada tv.

Dulu saya juga berfikir bahwa pengukuran pada transistor horizontal sama dengan transistor tip, namun ternyata sangat berbeda jauh, sehingga menyebabkan salah paham. dikiranya transistor rusak ternyata dalam keadaan normal.

Saya ngeh dengan keadaan tersebut bahwa cara ceknya salah yaitu dengan mengukur tranasistor baru. lah kok transistor baru kok juga short. Ternyata memang seperti itu. dan dari situlah saya mudeng bagaiman cara mengukur tranasitor horizontal.

Bagaiaman sih normalnya transistor horizontal ketika dites menggunakan ohm meter?

Paling mudah dilakukan adalah menggunakan transistor baru digunakan untuk acuan. Dengan begitu bagaiaman normalnya maka akan mudah dipahami.

Namun apabila tidak memiliki transistor horizontal baru maka harus menggunakan teknik pengecekkan.

1. Gunakan ohm meter x10

2. Copot transistor dari pcb agar tidak terganggu oleh komponen lainya saat mengukur menggunakan ohm meter.
*probe=kabel*
3. Tempatkan probe hitam multi tester ke kaki tengah transistor atau bagian colektor, sedangkan yang probe merah diarahkan pada kaki basis dan emitor. apabila jarum bergerak ketika probe merah diarahkan basis maupun emitor, maka bisa dipastikan transistor dalam keadaan short.

4. Selain short kadang menunjukkan transistor ciri-ciri putus/mati.

  • Ketika probe merah berada di tengah atau colektor, sedangkan probe hitam di basis, jarum tidak bergerak berarti transistor putus atau mati.
  • Ketika probe merah berada di tengah atau colektor,sedangkan probe hitam di emitor, jarum tidak bergerak berarti transistor putus atau mati.
Normalnya kaki basis dan emitor
Sekarang kita cek antara emitor dan basis, dalam keadaan bolak balik, probe merah berada di basis sedangkan probe hitam di emitor seharusnya jarum bergerak. Begitupun apabila dibalik probe hitam di basis, probe merah di emitor jarum seharusnya bergerak.

Pengukuran transistor dengan ohm meter bisa dilakukan di multitester analog saja, saat menggunakan multi tester digital akan mempersulit karena pada beberapa multitester digital pada bagian ohm meter tidak bisa digunakan untuk mengecek transistor. anda bisa memanfaatkan bazzer pada multitester digtal atau juga bisa menggunakan gambar dioda. karena fitur multitester digital beranelka ragam.

Pengukuran diatas sering saya pratekkan pada berapa transistor diantaranya ; d2499, d1555, c6090, c 6092, dsb.

Jadi jangan salah lagi ketika menemui kerusakan pada transistro horizontal cara pengecekkanya berbeda dengan transistor biasa. Mudah mudahan bermanfaat ya!!!