Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Mengukur Transistor Jengkolan 3055 & 2955

cara mengukur transistor jengkol

Cara Mengukur Transistor Jengkolan 3055 & 2955 - Transistor jengkol merupakan transistor yang sering digunakan sebagai penguat akhir pada amplifier terutama pada jenis ocl. Sehingga tidak heran transistor ini sering kita temui satu paket dengan ocl 150 wat. 

Mungkin karena penggunaanya sangat ribet dalam instalasi dalam box dan mudah rusak jika satu kali speaker konslet, maka transistor ini sangat jarang digunakan di amplifier dengan daya tinggi. 

Kelebihan pada transistor ini adalah biasanya digunakan untuk penguatan akhir amplifier untuk corong toa. Hal ini di karenakan dipercaya bahwa transistor ini cenderung menghasilkan nada ke midle hingga higt yang baik. Maka hasila akhir diharapkan suara toa lebih lantang. 

Kemudian selain karakter yang dihasilkan kelebihan lainnya yaitu transistor jengkol memiliki body besi, dengan begitu transistor ini mampu untuk menghantarkan panas dengan baik ke pendingin transistor.

Cara mengukur transistor jengkol mje 3055 dan 2955

Mengukur transistor jegkolan sebenarnya masih sama dengan pengukuran transistor lainya hanya saja berbeda secara fisik body saja.

Transistor jengkol memiliki dua jenis yaitu transistor NPN & PNP.  NPN (3055), PNP (2955).

Untuk mengukur transistor jengkol harus paham dulu mengnai letak masing masing kaki antara basis ,colektor dan emitor.

Pada tahap pemahaman kaki transistor caranya dengan memperhatikan beberapa hal berikut untuk memastikan letak kaki basis colektor dan emitor.

1. Pertama anda harus tahu bahwa bagian coletor pada kaki transistor jengkol 3055 &2955 terletak pada body. Jika dilihat pemasangan pada transistor ini dipasang isolator agar tidak short dengan body heatsing.

Jadi body pada transistor jengkol bukan menjadi ground. Itu yang perlu diingat. colektor pada transistor biasanya serng menjadi input tegangan terutama pada saat digunakan untuk menghandle amplifier.

2. Kaki colektor telah ketemu berarti tinggal mencari kaki basis dan emitor. Basis dan emitor teretak di bawah , lantas bagaimana memahami kedua kaki ini. Secara mudah untuk transistor normal seharusnya lebih mudah karena kita memahami kerja basis colektor dan emitor.

Misalnya pada transistor 3055. untuk menemukan kaki basis yaitu ketika salah satu kaki dapat terhubung dengan kedua kaki berarti itu adalah basis, namaun ini hanya untuk tranisstor normal saja.
letak kaki transistor jengkolan
Cara Mengukur Transistor Jengkolan 3055 & 2955
Perhatikan gambar diatas posisikan transistor yang ingin anda ukur persis seperti gambar.
Posisi basis dan emitor. lihat dengan seksama. ada jarak kaki antara atas dan bawah. jarak kaki dari lubang bagian bawah lebih panjang dari lubang bagian atas. usahakan pada saat mugnkur anda meletakanya sama persis agar lebih mudah dipahami.

Teknik dasar anda jika anda seorang pemula gunakan multitester analog karena lebih mudah dalam membaca karakter kerusakan  pada transistor yaitu dengan menggunakan ohm meter x10 .penggunaan ohm meter kita hanya butuh energi batrai untuk menghandle polaritas.

Cara mengukur transistor NPN 3055

Kaki basis adalah kaki yang jika di ukur akan menyambung dengan kaki colektor dan emitor.

Kaki basis di hubungkan dengan pin hitam pada avo meter. ketika dihubungkan denga colektor dan emitor pada pin mereah avo meter seharusnya jarum bergerak ke kanan.

Apabila pin merah avo di letakkan pada basis seharusnya jarum tidak bergerak sama sekali, jika dihubungkan dengan colektor maupun emitor.

Seperti transistor yang lain ketika colektor dan emitor jika dihubungkan dengan cara membolak balik pin merah dan hitam tapi jarum bergerak ke kanan alias nyambung berarti terjadi short antara colektor dan emitor,.
Baca juga: Persamaan transistor 2n3055 dan mj2955

Mengukur Transistor jengkolan PNP 2955

Normalnya ketika pin merah diletakkan di kaki basis, maka jarum avo akan bergerak ke kanan jika pin hitam dihubungkan ke kaki colektro dan emitor.

Begitu sebaliknya jika pin hitam di letakan di basis, seharusnya jarum tidak akan bergerak ke kanan.

Seperti transistor yang lain ketika colektor dan emitor jika di hubungkan dengan cara membolak balik pin merah dan hitam tapi jarum bergerak ke kanan alias nyambung berarti terjadi short antara colektor dan emitor.

Kesimpulan:

Yang terpenting dalam pengukuran transistor jengkolan adlah mengetahui letak basis dan emitor.Ketika sudah menemukan letak kaki kita bisa dengan mudah mengukur kerusakan transistor jengkolan ini. Karena kerusakan transistor juga sama persis dengan transistor pada umumnya.