Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Perbedaan Crossover Aktif dan Pasif Sound System

Perbedaan crossover aktif dan pasif - Fungsi kedua jenis crossover sama yaitu sebagai filter range frekuensi untuk disalurkan ke spaker. Perbedaan keduanya terletak pada sistem rangkaian yang digunakan. Jadi meskipun istilahnya berbeda tetap memiliki fungsi yang sama.

Beberapa orang belum mengerti perbedaan crossover model aktif dan pasif, sehingga bingung ketika mendengar kedua istilah tersebut. Secara sederhana, untuk membedakan dua jenis crossover aktif dan pasif bisa dilihat dari letaknya. 

Crossover aktif biasanya berbentuk satu perangkat memiliki power suplay. 

Sedangkan Crossover pasif biasanya satu rangkaian yang diletakkan dalam box speaker. Dengan pemahaman Sederhana tersebut maka mudah dimengerti. 

Crossover aktif dan crossover pasif

Anda akan bisa mengetahui perbedaan dalam segi fungsiaonal dan keefektifan dua jenis crossover lebih dalam dengan penjelasan dibawah ini. 

1. Pengertian Crossover aktif

Perbedaan Crossover Aktif dan Pasif Sound System
source gambar: shopee

Crossover Aktif bekerja membagi frekuensi menjadi beberapa oktaf sebelum masuk dan diolah power amplifier. 

Crossover Aktif berfungsi membagi frekuensi amplifier berasal dari satu sumber input menghasilkan tiga sampai 4 output oktaf range frekuensi. Istilah Oktaf bisa disebut, mid range, high range, low sublow/subwoofer.

Ada dua jenis crossover aktif,Yaitu jenis Crossover Aktif 3 way dan Crossover Aktif 4way. 

Crossover aktif 3 way memiliki output 3 oktaf range frekuensi yaitu; mid range, high range, low range.

Crossover aktif 4 way memiliki 4 output oktaf range frekuensi yaitu; mid range, high range, low range dan subwoofer. 

Crossover Aktif bekerja menggunakan suplay dari power suplai. Hal ini berbanding terbalik dengan crossover pasif. ini Juga segaris lurus dengan pengertian komponen pasif dan komponen aktif pada pengetahuan dasar elektronika.

Kelebihan Crossover Aktif yaitu; penggunaan daya amplifier efektif, lebih mudah mengatur frekuensi dan gain yang akan disalurkan ke amplifier.

Kekurangan Crossover Aktif yaitu instalasi yang ribet karena muski menggunakan banyak amplifier dan banyak kabel ke speaker.

2.Pengertian Crossover pasif 

Perbedaan Crossover Aktif dan Pasif Sound System
Crossover Pasif : source Shopee

Crossover Pasif bekerja memfilter dan membagi frekuensi ke speaker setelah menerima tegangan dari output ampli. Jadi crossover pasif bekerja pada output amplifier. 

Pembagian Oktaf hampir sama dengan crossover aktif, hanya saja di dalam crossover pasif frekuensi tidak dapat disetting lagi. Alias sudah paten. 

Crossover Pasif biasanya diletakan didalam box speaker. Komponen yang digunakan dalam rangkaian crossover pasif berupa resistor, kapasitor dan induktor. 

Crossover Pasif sering digunakan pada box speaker build up, hal ini karena crossover pasif memiliki kelemahan pada pengurangan daya yang dihasilkan oleh amplfier, sehingga tidak cocok bagi pengguna amplifier rakitan yang berdaya rendah.

Kelebihan Crossover Pasif  ialah kemudahan dalam menginstalasikan perangkat sound system dan lebih meminimalisir jumlah amplifier sehingga lebih ngirit kabel speaker.

Kekurangan crossover pasif , karena komponen yang digunakan berupa komponen pasif dan pemfilter dari output amplifier, akibatnya ada pembuangan daya ampli sia-sia.  Amplifier akan bekerja lebih berat karena dibebani oleh Crossover Pasif .

Crossover Pasif bisa mengancam kerusakan power amplifier apabila terjadi korsleting pada komponen yang ada di dalam Crossover Pasif. Tentu corossover pasif yang baik akan diberi fuse. Terlebih pada jenis amplifier Build Up sudah dilengkapi dengan sistem Protek yang anda untuk melindungi konsleting di bagian input. 

Crossover aktif dan pasif kelebihan dan kekurangan 

Power dan speaker kelas profesional sound System lebih efektif menggunakan pasif.

Apabila hanya menggunakan perangkat rakitan, mungkin akan lebih efektif menggunakan crossover aktif. Karena kembali lagi pada efektifitas dan produksi suara yang dihasilkan. 

Pada prakteknya biasanya menggunakan keduanya lebih efektif dan lebih mudah diatur jika terjadi distorsi. Hal ini sudah diterapkan seorang enginer menggunakan sistem Driverack. 

Apabila crossover pasif yang digunakan kurang berkualitas, hasilnya akan mengecewakan seperti, terjadi cacat frekuensi pada salah satu oktaf terutama sering terjadi pada nada tinggi.

Demikian ulasan tentang perbedaan crossover pasif dan crossover aktif, mudah-mudahan menambah wawasan sobat sekalian.