Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Resistor LED 12v dan Cara menghitung Besarnya hambatan LED

ONSOLDER.COM -   Tegangan 12 volt biasanya digunakan untuk sepeda motor dan perangkat lain yang membutuhkan led indikator. Untuk memasang sebuah LED di tegangan 12 volt anda membutuhkan resistor agar LED tidak mati. 

Lampu Led adalah salah satu komponen paling sensitif terhadap kerusakan. Misalnya masang terbalik dan tegangan over dari maksimal supply akan mengakibatkan kerusakan pada led.

Fungsi resistor LED dengan tegangan 12 volt, yaitu untuk mengurangi arus yang mengalir ke LED. Resistor akan membantu mencegah LED terbakar dan memastikan bahwa LED tidak mati. Jika saat LED dicoba tanpa menggunakan resistor dengan tegangan 12 volt maka dijamin led yang akan anda pasang sudah mati. 


Untuk menghitung resistor yang dibutuhkan untuk LED, Anda perlu mengetahui beberapa informasi:Tegangan LED, arus LED, dan tegangan sumber.

 Jika Anda tidak memiliki informasi tersebut, Anda dapat mencari spesifikasi produk LED yang Anda gunakan cari data site dari produsen untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

Setelah Anda memiliki informasi tentang tegangan, arus dan berapa tegangan yang akan anda suplai ke led, Anda dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung resistor yang dibutuhkan:

Resistor (ohm) = (Tegangan Sumber - Tegangan LED) / Arus LED

Resistor yang terlalu kecil dapat membuat LED terbakar, jadi pastikan untuk memilih resistor yang sesuai dengan spesifikasi LED yang Anda gunakan.

Baca juga: Cara mengetahui kutup positif dan negatif lampu led

Menghitung Resistor LED 12V

Saya akan memberikan contoh sederhana tentang cara menggunakan rumus untuk menghitung resistor yang dibutuhkan untuk lampu LED dengan tegangan 12 volt.

Misalnya, jika tegangan LED adalah 3 volt, arus LED adalah 20 mA (0,02 A), dan tegangan sumber adalah 12 volt, maka resistor yang dibutuhkan adalah:

Resistor (ohm) = (12 - 3) / 0,02 = 450 ohm

Jadi, Anda akan membutuhkan resistor 450 ohm untuk menggunakan LED ini dengan tegangan 12 volt.

Ingatlah bahwa ini hanya contoh sederhana dan bahwa Anda harus memperhatikan spesifikasi LED yang Anda gunakan untuk memastikan bahwa resistor yang dipilih sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda tidak yakin tentang cara menghitung resistor yang dibutuhkan, Anda dapat menghubungi produsen LED atau mencari informasi lebih lanjut dari sumber lain.

LED tersedia dalam berbagai warna, termasuk merah, hijau, biru, kuning, putih, dan warna-warna lainnya. Warna LED dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang dipancarkannya, dan ini dapat diatur dengan menggunakan material yang berbeda pada LED.

Nilai resistor yang dibutuhkan untuk mengoperasikan LED tergantung pada beberapa faktor, termasuk tegangan LED, arus LED, dan tegangan sumber. Warna LED tidak akan mempengaruhi nilai resistor yang dibutuhkan. Jadi, Anda tidak perlu memperhitungkan warna LED saat menghitung resistor yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menggunakan LED merah dengan tegangan 2,0 volt dan arus 20 mA (0,02 A) dengan tegangan sumber 5 volt, maka Anda akan membutuhkan resistor dengan nilai:

Resistor (ohm) = (5 - 2) / 0,02 = 150 ohm

Sama halnya jika Anda ingin menggunakan LED biru dengan spesifikasi yang sama, Anda juga akan membutuhkan resistor 150 ohm. Jadi, warna LED tidak mempengaruhi nilai resistor yang dibutuhkan.

Cara Mengetahui Kebutuhan Tegangan Lampu Led 

Berikut beberapa contoh tentang cara menghitung resistor yang dibutuhkan untuk mengoperasikan LED dengan beberapa warna yang berbeda. Ini hanya contoh sederhana dan Anda harus memperhatikan spesifikasi LED yang Anda gunakan untuk memastikan bahwa resistor yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.

LED Merah

  • Tegangan LED: 2,0 volt
  • Arus LED: 20 mA (0,02 A)
  • Tegangan Sumber: 5 volt
  • Resistor (ohm) = (5 - 2) / 0,02 = 150 ohm

 LED Hijau

  • Tegangan LED: 3,2 volt
  • Arus LED: 30 mA (0,03 A)
  • Tegangan Sumber: 6 volt
  • Resistor (ohm) = (6 - 3,2) / 0,03 = 133,333 ohm

LED Biru

  • Tegangan LED: 3,5 volt
  • Arus LED: 20 mA (0,02 A)
  • Tegangan Sumber: 9 volt
  • Resistor (ohm) = (9 - 3,5) / 0,02 = 270 ohm

LED Kuning

  • Tegangan LED: 2,0 volt
  • Arus LED: 15 mA (0,015 A)
  • Tegangan Sumber: 12 volt
  • Resistor (ohm) = (12 - 2) / 0,015 = 800 ohm

 LED Putih

  • Tegangan LED: 3,6 volt
  • Arus LED: 25 mA (0,025 A)
  • Tegangan Sumber: 7 volt
  • Resistor (ohm) = (7 - 3,6) / 0,025 = 120 ohm

Perhatikan sekali lagi rumus sumber tegangan dan tegangan maksimal dari led yang anda gunakan sehingga anda tidak kehilangan komponen mati sia-sia. 

Anda harus memperhatikan spesifikasi LED yang Anda gunakan untuk memastikan bahwa resistor yang dipilih sesuai dengan kebutuhan. 

Jika Anda tidak yakin tentang cara menghitung resistor yang dibutuhkan, Anda dapat menambahkan nilai lebih besar dari hasil perhitungan yang anda lakukan dengan menggunakan rumus di atas. 

ONSOLDER.COM
ONSOLDER.COM Saya adalah seorang teknisi elektronika memiliki pengalaman dunia raparasi selama lebih dari lima Tahun. Sebuah profesi menopang hidup saya selama ini. Sebagai sampingan saya juga hobi menulis tentang elektronika terutama pengalaman memperbaiki perangkat elektronik di www.onsolder.com